Semua wanita tentunya ingin memiliki kulit indah, rambut cantik, dan tulang yang kuat di usia 50-an. Dalam buku barunya Positif Ageless, Cheryl Forberg, menjelaskan bagaimana untuk tampil muda dan cantik. Berikut ini adalah tips untuk mencegah penuaan:
1. Konsumsi sayuran dan buah. Setiap empat sampai lima jam antioksidan dalam kulit kita melemah. Makan makanan yang kaya buah-buahan berwarna dan sayuran dapat membantu mencegah keriput.
2. Konsumsi cairan delapan gelas sehari. Ketika usia Anda semakin bertambah, Anda rentan terhadap dehidrasi. Salah satu efek samping pertama adalah hilangnya elastisitas kulit. Delapan gelas air sehari adalah solusi yang baik untuk mencegah penuaan.
3. Dapatkan 30 persen kalori dari Protein. Saat usia 30 tahun masa otot Anda berkurang sekitar tiga sampai delapan persen, menyebabkan Anda kehilangan kekuatan atau energi. Beberapa studi membuktikan mengkonsumsi protein hewani dapat membantu menjaga masa otot bagi wanita berusia di atas 50 tahun.
4. Konsumsi gandum atau padi-padian. Berbagai antioksidan dikemas dalam bentuk biji-bijian dan gandum. Konsumsi makanan seperti ini membuat Anda tampak awet muda.(Prevention/AYB)
Wawasan semua
Minggu, 19 September 2010
Kasus Penularan AIDS di Afrika Menurun
Ada kabar gembira dari dunia kesehatan. Kasus penularan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Afrika, penyebab utama banyak angka kematian di benua tersebut, mengalami penurunan sekitar 25 persen sejak 2001. Perkembangan ini jelas suatu kebanggaan bagi Program Anti-AIDS Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNAIDS).
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia kesehatan, tingkat penularan HIV/AIDS benar-benar mengalami perubahan yang sebelumnya menjadi titik dengan penyebaran terbanyak," ujar Michel Sidibe, Direktur Eksekutif UNAIDS di Jenewa, Swiss, Sabtu (18/9). Sayangnya, berita gembira ini tidak dibarengi meningkatnya pendanaan. "Kami kekurangan dana US$ 10 miliar (Rp 90 triliun)," kata Sidibe.
Bila penularan HIV/AIDS di Afrika menurun, tidak demikian dengan Eropa Timur dan Asia Tengah. Berdasarkan laporan tahunan UNAIDS, Eropa Timur dan Asia Tengah telah berkembang pesat epidemi HIV. Bahkan, penyakit mematikan ini menyebar di dua belahan benua itu pada tingkat 500 kasus infeksi baru per hari. Sementara di negara-negara maju, infeksi HIV meningkat di antara kaum homokseksual atau gay.
AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV. Selain HIV, sindrom kerusakan sistem kekebalan tubuh ini bisa pula dipicu virus yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Misalnya, SIV (Simian Immunodeficiency Virus) dan FIV (Feline Immunodeficiency Virus).
Bila tertular, penderita akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, penyakit ini belum bisa disembuhkan.
Menurut UNAIDS, saat ini sedikitnya 33.400.000 orang di seluruh dunia terinfeksi HIV/AIDS. Angka ini meningkat 12 kali lipat dalam enam tahun. Sekitar 5,2 juta orang sekarang mendapatkan obat-obatan yang mereka butuhkan. Namun, sekitar 10 juta belum memperoleh obat.(ANS/Reuters)
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia kesehatan, tingkat penularan HIV/AIDS benar-benar mengalami perubahan yang sebelumnya menjadi titik dengan penyebaran terbanyak," ujar Michel Sidibe, Direktur Eksekutif UNAIDS di Jenewa, Swiss, Sabtu (18/9). Sayangnya, berita gembira ini tidak dibarengi meningkatnya pendanaan. "Kami kekurangan dana US$ 10 miliar (Rp 90 triliun)," kata Sidibe.
Bila penularan HIV/AIDS di Afrika menurun, tidak demikian dengan Eropa Timur dan Asia Tengah. Berdasarkan laporan tahunan UNAIDS, Eropa Timur dan Asia Tengah telah berkembang pesat epidemi HIV. Bahkan, penyakit mematikan ini menyebar di dua belahan benua itu pada tingkat 500 kasus infeksi baru per hari. Sementara di negara-negara maju, infeksi HIV meningkat di antara kaum homokseksual atau gay.
AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi HIV. Selain HIV, sindrom kerusakan sistem kekebalan tubuh ini bisa pula dipicu virus yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Misalnya, SIV (Simian Immunodeficiency Virus) dan FIV (Feline Immunodeficiency Virus).
Bila tertular, penderita akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, penyakit ini belum bisa disembuhkan.
Menurut UNAIDS, saat ini sedikitnya 33.400.000 orang di seluruh dunia terinfeksi HIV/AIDS. Angka ini meningkat 12 kali lipat dalam enam tahun. Sekitar 5,2 juta orang sekarang mendapatkan obat-obatan yang mereka butuhkan. Namun, sekitar 10 juta belum memperoleh obat.(ANS/Reuters)
Langganan:
Komentar (Atom)
